Senin, 06 Oktober 2014

PERTEMUAN KE 11 BLOG FILSAFAT

Senin, 06 Oktober 2014

Hari ini kami belajar tentang FILSAFAT PSIKOLOGI.
Pak carolus memberikan beberapa video mengenai filsafat psikologi dan ada video yang sangat menyentuh hati saya.

lalu kita lanjut masuk ke materi berikutnyaa...

FILSAFAT PSIKOLOGI

>> TOKOH AWAL PSIKOLOGI
     > Wilhelm Wund (1832-1920)  adalah tokoh pertma yang mendirikian psikologi dengan mendirikan laboraturium pertama di dunia adlah seorang ketua bagian filsafat di Universitas Leizig Jerman.
     > William James (1842-1910) berpendapat bahwa kesadaran manusia itu bersifat unik, bersifat pribadi dan setiap saat berubah-ubah.
     > John Waston dengan aliran behaviorismenya berpendapat bahwa psikologi seharusnya mempelajari kejadia-kejadian yang terjadi di sekeliling dan berperilaku yang dapat di amati.

>> LANDASAN FILOSOFIS BERBAGAI ALIRAN PSIKOLOGI
     >Ontologi pada positivisme sejalan dengan pemikiran yang digunakan oleh pendekatan behaviorisme ( berperilaku) yang ada pada psikologi.
     > Aliran psikologi Gestalt mempunyai banyak tokoh termuka, antara lain wolfgang Kohler, Kurt Koffka, dan Max Wertheimer. Aliran Gestalt merupakan aliran yang kuat dan padu.
     > Menurut Psikoanalisa mempelajari dengan tekun mengenai hukum dan faktor-faktor penentu didalsm kepribsdisn dan menentukan metode penyembuhan bagi gangguan kepribadian. Freud sangat terpengaruh oleh filsafat determinasi dan psitivisme ilmu pengetahuan abad XIX.
     > Psikologi yang berorientasi humanistic mempunyai tujuan, mereka ingin memanusiakan psikologi.
     > Psikologi kognitif memiliki landasan filosofis rasionalisme. Tokohnya adalah Rene Descartes, Spinoza, dan Leibniz.
  
>> FILSAFAT DAN KONSELING
     > Ensialisme : ada tiga aspek dalam kelompok ini, yakni : Rasionalisme, Idealisme, dan Realisme. Filsafat ini menerima asumsi bahwa manusia adalah makhluk.
     > Progresivisme : muncul sebgai akibat dari melunturnya kepercayaan terhadap konsep-konsep yang absolut.
     > Eksistensialisme : konsep dasar filsafat eksisensialistik sebgai kelompok ketiga menurut Blocer adalah kerinduan manusia untuk menvcari sesuatu yang penting, sesuatu yang bermaksna dalam dirinya.

>> FILSAFAT ILMU DAN PSIKOLOGI
  Filsafat ilmu, sebgai salah satu cabang filsafat, memberikan sumbagan penuh bag perkembangan ilmu psikologi. Filsafat bisa menegaskan akar historis ilmu psikologi.

SELESAI..
Materi ini telah selesai, besok adalah hari terakir kami dalam blog filsafat dan kami besok akan UAS.
Terima Kasih sekali khususnya kepada Pak Carolus, Pak Raja, Pak Mikha dan Pak Bonar. Materi yang beliau-beliau beri sagat berguna bagi kami.
semoga kalian sehat selalu Aminn.
 Bahan berasal dari KAPITA SELEKTA dan Youtobe :)


berikut video yang menyentuh saya 

Jumat, 03 Oktober 2014

PERTEMUAN KE 10 BLOK FILSAFAT:)

Jumat, 03 september 2014 

Materi hari ini adalah 

Eksistensialisme menurut Kirkegaard
Oleh : Pak Raja :)

EKSISTENSIALISME 
Aliran filsafat yang pokok utamanya adalah manusia dan cara beradanya yang khas di tengah makhluk lainnya.
Jiwa eksistensialisme ialah pandangan manusia sebagai eksistensi.

Etimologis: ex= keluar, sistentia (sistere)=berdiri. Manusia bereksistensi = manusia baru menemukan diri sbg aku dengan keluar dr dirinya.

Beberapa tokoh filsafat yg menganut gaya eksistensialisme, a.l.: Kierkegaard, Edmund Husserl, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, Jean Paul Sartre.

Sulit sekali meyeragamkan definisi eksitensialisme, namun satu hal yg sama: filsafat hrs bertitik tolak pd manusia konkrit, manusia sbg eksistensi, maka bagi manusia eksistensi mendahului esensi. 

Ciri- ciri Eksistensialisme :
  • Motif pokok adalah eksistensi, cara manusia berada. Hanya manusia bereksistensi.
  • Bereksistensi harus diartikan secara dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan diri secara aktif, berbuat, menjadi, merencanakan.
  • Manusia dipandang terbuka, belum selesai. Manusia terikat pada dunia sekitarnya, khususnya pada sesamanya.
  • Memberi penekanan pd pengalaman konkrit.
Siapa Kierkegaard?
  • Soren Aabye Kierkegaard lahir di Kopenhagen, Denmark 15 Mei 1813. Belajar teologi di Univ. Kopenhagen, tp tdk selesai. Saat 3 saudara, ayah dan ibunya meninggal ia mengalami krisis.
  • Sempat menjauh dr temannya dan agama.
  • Sempat bertunangan dg Regina Olsen, tp tdk jadi menikah.
  • 1849 kembali lagi ke agamanya (Kristen).
  • Meninggal 1855 sbg org religius dan dipandang sbg tokoh di gerejanya.
  • Dia dikenal sbg bapa eksistensialisme, aliran filsafat yg berkembang 50 thn setelah kematiannya.
Pokok-pokok ajaran Kierkegaard:
  • Kritik thdp Hegel: Kierkegaard memandang Hegel sebagai pemikir besar, tapi satu hal yang dilupakan Hegel – menurut Kierkegaard – adalah eksistensi menusia individual dan konkret. Manusia tdk dpt dibicarakan ‘pada umumnya’ atau ‘menurut hakekatnya’, krn manusia pada umumnya tdk ada.
  • Yang ada itu adalah manusia konkret yg semua penting, berbeda dan berdiri di hadapan Tuhan. Manusia itu eksistensi.
  • Eksistensi berarti bagi Kierkegaard: merealisir diri, mengikat diri dg bebas, dan mempraktekkan keyakinannya dan mengisi kebebasannya.
  • Hanya manusia bereksistensi, krn dunia, binatang dan sesuatu lainnya hanya ‘ada’. Juga Tuhan ‘ada’. Tapi manusia hrs bereksistensi, yakni menjadi (dlm waktu) seperti ia (akan) ada (secara abadi).
  • Ada tiga cara bereksistensi: tiga sikap terhadap hidup, yaitu: sikap estetis, sikap etis dan sikap religius.
  • Sikap estetis: Merengguh sebanyak mungkin kenikmatan, yg dikuasai oleh perasaan. Cara hidup yg amat bebas. Manusia hrs memilih hidup terus dg kenikmatan atau meloncat ke tingkat lebih tinggi lewat pilihan bebas.
  • Sikap etis: Sikap menerima kaidah2 moral, suara hati dan memberi arah pd hidupnya. Ciri khasnya menerima ikatan perkawinan. Manusia sdh mengakui kelemahannya, tp belum melihat cara mengatasinya. Bila ia mengakui butuh pertolongan dr atas, maka ia loncat ke sikap hidup religius.
  • Sikap religius: Berhadapan dg Tuhan, manusia sendirian. Krn manusia religius percaya pada Allah, maka Allah memperlihatkan diriNya pada manusia. Percaya model A ialah Allah hadir dimana-mana. Yang sukar adalah percaya model B: percaya bhw Allah menerima wajah manusiawi dlm Yesus agar bs berjumpa dg Dia. Kita percaya model B, bila kita percaya bhw kita yg lahir dlm waktu bisa menjadi abadi. Kita bs menjadi spt yang kita percayai.
Pernyataan Parmenides hingga Hegel: ‘Berpikir sama dengan berada’ ditolak oleh Kierkegaard, krn menurutnya ‘percaya itu sama dengan menjadi’.

Disini dan kini manusia percaya dan menentukan bagaimana dia akan ada scr abadi. Manusia memilih eksistensinya entah sebagai penonton yg pasif, atau sebagai pemain/individu yg menentukan sendiri eksistensinya dg mengisi kebebasannya.

Eksistensi manusia bukan sekadar suatu fakta, tetapi lebih dari itu. Eksistensi manusia adalah tugas, yg harus dijalani dg kesejatian sehingga orang tidak tampil dengan semu. Bila eksistensi suatu tugas, ia hrs dihayati sebagai suatu yang etis dan religius. Eksistensi sebagai tugas disertai oleh tanggungjawab. 

SELESAI 

SESI 2

EKSISTENSIALISME JEAN PAUL SARTRE

Oleh : Pak Raja 

Siapa itu Jean Paul Sartre?
  • Lahir di Paris 1905
  • 1929 menjadi guru
  • 1931-36 dosen filsafat 
    di Le Havre
  • 1941 menjadi tawanan perang
  • 1942-44 dosen Loycee Pasteur
  • Banyak menulis karya filsafat 
    dan sastra.
  • Dipengaruhi oleh Husserl dan 
    Heidegger.




Pemikiran filsafat Sartre :
  • Bagi Sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai dirinya sendiri. Keberadaan manusia berbeda dengan keberadaan benda lain yang tidak punya kesadaran.
  • Untuk manusia eksistensi adalah keterbukaan, beda dengan benda lain yang keberadaannya sekaligus berarti esensinya.  Bagi manusia eksistensi mendahului esensi.
  • Asas pertama untuk memahami manusia harus mendekatinya sebagai subjektivitas. Apapun makna yang diberikan pada eksistensinya, manusia sendirilah yang bertanggungjawab.
  • Tanggungjawab yg menjadi beban kita jauh lebih besar dari sekedar tanggungjawab terhadap diri kita sendiri.
















Apakah yang mengurangi kebebasan manusia?
>>Beberapa kenyataan (kefaktaan) yg mengurangi penghanyatan kebebasan:
  1. Tempat kita berada: situasi yg memberi struktur pd kita, tp juga kita beri struktur.
  2. Masa lalu: tdk mungkin meniadakannya krn masa lampau menjadikan kita sebagaimana kita sekarang ini.
  3. Lingkungan sekitar (Umwelt):
  4. Kenyataan adanya sesama manusia dg eksistensinya sendiri.
  5. Maut: tdk bisa ditunggu saat tibanya, walaupun pasti akan tiba.
Ketubuhan manusia:
  1. Dalam eksistensi manusia, kehadiran selalu menjelama sbg wujud yg bertubuh. Tubuh mengukuhkan kehadiran manusia.
  2. Tubuh sbg pusat orientasi tdk bisa dipandang sbg alat sematamata,tp mengukuhkan kehadiran kita sbg eksistensi.
Komunikasi dan cinta:
  1. Komunikasi = suatu hal yg apriori tak mungkin tanpa adanya sengketa, krn setiap kali org menemui org lain pd akhirnya akan terjadi saling objektifikasi, yg seorg seolah2 membekukan org lain.  Terjadi saling pembekuan shg masing2 jadi objek.
  2. Cinta = bentuk hubungan keinginan saling memiliki (objek cinta). Akhirnya cinta bersifat sengketa krn objektifikasi yg tak terhindarkan.
Sartre dan Simone de Beauvoir



Bahan : Slide Pak Raja :)

Kamis, 02 Oktober 2014

HARI KE 9 BLOK FILSAFAT

Kamis, 02 september 2014 

hari ini ada fieldtrip lohhhhh 
seruu sekali 
kami berkunjung ke kampung betawi yang berada di jagakarsa.

Fieldtrip ini termasuk materi Etos Kerja :)

Berikut Foto-foto fieldtrip kami
 cekidotttttttt.....

  










Berikut adalah hasil yang kami ambil selama berada di Kamoung Betawi.
dalam gambar tersebut terdapat ada pedagang jepitan, cendol, kerak telor , bir pletuk, penjual makanan dan minuman, ayam goreng dan TNI.
masi banyak lagi pejual lainnya. 
sekian yang saya dapat sampaikan untuk para pembaca untuk kaliann semuaaaa...
ennjoyy your dayssss


Jumat, 26 September 2014

HARI KE 8 BLOK FILSAFAT

pertemuan ke 8 blok FILSAFAT
Jumat, 26 september 2014

Sesi 1

Hari ini kami membahas tentang : MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA
Oleh : Pak Raja :)

AFEKTIVITAS

Afeksi merupakan perasaanterhadap suatu hal. Afektivitas mendorong manusia untuk mencintai, mengabdi, dan kreatif. Afektivitas membuat manusia "ada" di dunia, bisa berinteraksi dengan orang lain. 


Dua kutub afektivitas adalah:
  • Mengarah pada objek karena menyukainya ; Cinta = afektivitas positif
  • Menghindari/menjauhi objek karena tidak menyukainya ; Benci = afektivitas negatif
Afektivitas akan ada jika terdapat ikatan kesamaanPerbuatan afeksi pasif terjadi ketika kita ditarik oleh objek atau sebaliknya. Perbuatan afeksi aktif terjadi ketika kita membuka hati untuk mengenal objek yang menarik afeksi kita.
Perasaan cinta sudah ada walaupun subjek yang memilikinya tidak menyadari hal tersebut. Oleh karena itu, cinta selalu mendahului perbuatan.
Kehidupan afektif bukan hanya menyangkut perasaan saja, tetapi juga menyangkut hal yang spiritual.

Cinta diri sendiri belum tentu termasuk ke dalam egoisme. Dengan mencintai dirinya sendiri, seseorang mampu mencintai Tuhan dan sesamanya. Orang yang egois hanya mementingkan keuntungan dirinya.

SELESAI 

sesi Ke 2
Oleh : Pak Bonar :)

KEBEBASAN





Jiwa dan Kebebasan
Keberadaan jiwa membuat manusia bisa hadir secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya. Jiwa membuat manusia menjadi makhluk bebas, karena memiliki kehendak. Kebebasan merupakan aspek dasar dari hidup manusia. Manusia bisa dituntut tanggung jawab jika memiliki kebebasan.

Pandangan Determinisme
Determinisme merupakan aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup manusia. Semua peristiwa (termasuk tindakan dan keputusan manusia) dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa lainnya.
  • Determinisme fisik-biologis : kebebasan dihambat oleh tubuh (batasan biologis). Contohnya, ketika sedang sibuk mengerjakan tugas, O.K. ingin buang air kecil. Kebebasan O.K. untuk melanjutkan mengerjakan tugas terhambat oleh keinginannya untuk buang air kecil.
  • Determinisme psikologis : ada hal yang harus diikuti.
  • Determinisme sosial : seseorang tidak bisa hidup sesuka hati
  • Determinisme teologis : adanya keyakinan bahwa ada sesuatu yang "Maha"; ada kekuatan yang melampaui kita dalam menentukan hidup ini.
Kelemahan determinisme
  • Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia
  • Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi terhadap tindakannya 
  • Menafikkan adanya tanggung jawab
Arti Kebebasan
  • Pengertian umum/Kebebasan negatif : tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan eksistensial
  • Pengertian khusus/kebebasan eksistensial :
    1. Penyempurnaan diri (filsafat proses Whitehead)
    2. Kesanggupan memilih dan memutuskan
    3. Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan/hak-hak dasar seperti ditegaskan Franz Magnis-Suseno)
Jenis-jenis Kebebasan
  • Kebebasan horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)
  • Kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain)
    • Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial
    1. Melibatkan pertimbangan
    2. Mengedepankan nilai kebaikan
    3. Menghidupkan otonomi
    4. Menyertakan tanggung jawab
Bahan : Power Point Pak Bonar dan Pak Raja :)

Kamis, 25 September 2014

HARI KE 7 BLOK FILSAFAT

Hai para pembaca..

Kamis, 25 september 2014

SESI 1 


Pada saat sesi petama kami UTS 
Kami mendapat 10 soal dan bercabang.
menurut saya soal yang paling sulit untuk saya jawab adalah nomor 4 tentang sejarah filsafat, karna saya tidak mempelajarinya secara mendalam.:(
Tapi semua jawaban saya dan hasil yang saya kerjakan say serahkan kepada Tuhan semoga mendapat nilai yang baik dan memuaskan amin :)


SESI 2 

FILSAFAT MANUSIA ( JIWA DAN BADAN)

Oleh : Pak Raja :)

Badan dan jiwa merupakan suatu kesatuan yang membentuk keutuhan pribadi manusia. Ada dua aliran dalam memahami kesatuan antara badan dan jiwa, antara lain:
  • Monisme
Menurut aliran monisme, badan dan jiwa merupakan suatu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Tiga bentuk aliran monisme, yaitu:
  1. Materialisme : materi/benda/zat adalah dasar dari segala hal yang ada (fisikalisme). Jiwa berasal dari materi, sehingga eksistensi jiwa bersifat kronologis ; jiwa tidak punya eksistensi sendiri.
  2. Teori identitas : perbedaan jiwa dan badan hanya pada arti, bukan referensi. Badan dan jiwa merupakan elemen yang sama. Hal yang utama memang materi, tetapi kegiatan mental kita masih dihargai (tidak ada badan yang mengacu pada jiwa atau sebaliknya).
  3. Idealisme : Ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai, dan makna. Hal-hal tersebut akan memiliki arti jika dihubungkan dengan jiwa. Materi merupakan hal yang utama, tetapi tidak semua hal diukur berdasarka materi.
  • Dualisme
Menurut aliran dualisme, badan dan jiwa merupakan dua hal yang berbeda. Perbedaannya terletak pad pengertian dan objeknya (sebagaimana adanya). Empat bentuk aliran dualisme, yaitu:
  1. Interaksionalisme : fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa. Peristiwa badan bisa menyebabkan peristiwa mental, dan sebaliknya.
  2. Okkasionalisme : ada dimensi kesempatan dimana ilahi bisa terlibat dalam hubungan badan dan jiwa.
  3. Paralelisme : kejadian ragawi di alam, kejadian kejiwaan ada di dalam diri manusia. Dalam diri manusia terdapat dua peristiwa yang berjalan seiring (peristiwa mental dan fisik), namun salah satu bukan merupakan sumber bagi yang lainnya.
  4. Epifenomenalisme : hubungan jiwa dan badan berasal dari fungsi syaraf. Syaraf sangat berpengaruh terhadap kelancaran hubungan jiwa dan badan.
Badan Manusia
Badan manusia merupakan elemen dasar dalam pembentukan manusia. Menurut pandangan tradisional, badan merupakan kumpulan material yang membentuk suatu makhluk. Badan tidak hanya terbatas pada dimensi fisik (mekanisme gerakan), tetapi juga berbicara tentang keakuan. Maksudnya, jika seseorang membicarakan bagian tubuh dari seorang individu, orang tersebut juga membicarakan keseluruhan individu tersebut. Aktivitas badan: berjalan, lari, duduk, dll.

Jiwa Manusia
Jiwa dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia akan siapa dirinya. Kemampuan jiwa menurut James Pratt:
  • Menghasilkan kualitas pengindraan
  • Menghasilkan makna dari pengindraan khusus
  • Memberi tanggapan terhadap pengindraan khusus
  • Memberi tanggapan terhadap proses yang terjadi dalam pikiran
Menurut Agustinus, manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap tindakan karena adanya dorongan dari jiwa. Jiwalah yang mendorong manusia untuk menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan jiwa tersebut menunjukkan bahwa kegiatan manusia tidak terbatas hanya bersifat mekanistik.

SELESAI 

Bahan : power point Pak Raja :)

                                           
       

Selasa, 23 September 2014

HARI KE 6 BLOK FILSAFAT

Selasa 23 september 2014


Sesi 1

Dosen : Pak Carolus


ETIKA DAN MORAL

Etika dan Moral

Secara etimologis, etika dan moral berasal dari bahasa Yunani. Etika berasal dari kata ethos yang berarti watak, sedangkan moral berasal dari kata mos (tunggal) / mores (jamak) yang artinya kebiasaan. Jadi, etika berarti ilmu tentang adat kebiasaan.

Etika memiliki dua objek, yaitu:
  • Objek material, berupa tingkah laku atau perbuatan manusia
  • Objek formal, berupa kebaikan dan keburukan (bermoral dan tidak bermoral) dari tindakan tersebut.
Etika dibedakan menjadi dua, yaitu:
  • Etika perangai
Etika perangai merupakan adat istiadat atau kebiasaan yang menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah tertentu, pada waktu tertentu, yang berlaku karena disepakati masyarakat berdasarkan hasil penilaian perilaku. Contoh: busana adat.
  • Etika moral
Etika moral berkaitan dengan kebiasaan berperilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia, yang disebut moral. Apabila etika ini dilanggar, akan timbul kejahatan. Contoh: menghargai orang lain, menghormati yang lebih tua, berkata jujur.

Arti Etika
  • Etika sebagai ilmu, berarti etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
  • Etika sebagai kode etik, berarti etika merupakan kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  • Etika sebagai sistem nilai, berarti etika merupakan nilai mengenai benar-salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarakat.
Etika sebagai Cabang Filsafat

Etika merupakan cabang filsafat yang menerapkan refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral,atau menerjemahkan nilai moral ke dalam norma dan menerapkannya dalam situasi kehidupan konkret. Sebagai ilmu, etika mencari kebenaran. Sedangkan sebagai filsafat, etika mencari kebenaran dan keterangan yang sedalam-dalamnya.

Berdasarkan kajian ilmu, etika dibedakan menjadi:
  • Etika normatif, yang mempelajari secara kritis dan metodis tentang norma-norma yang ada.
  • Etika fenomenologis, yang mempelajari secara kritis dan metodis tentang gejala-gejala norma yang ada, seperti suara hati.
  • Etika deskriptif, mempelajari moralitas yang terdapat pada individu dan kebudayaan atau subkultural tertentu, dalam suatu periode sejarah. Etika deskriptif membahas apa yang dipandangnya.
  • Etika fenomenologi menjelaskan dan menunjukkan adanya unsur-unsur norma, kesadaran, pembuktian dalam kesadaran moral.
Etika khusus atau etika terapan membahas tentang penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam setiap bidang kehidupan manusia. Etika khusus dibagi menjadi dua, yaitu:
  • Etika individual, menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
  • Etika sosial, menyangkut tentang kewajiban, sikap, dan pola perilaku manusia sebagai anggota masyarakat.
Etika profesi: merupakan etika sosial yang menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi masyarakat dan pengguna profesi tersebut.

Ciri-ciri etika profesi, antara lain:
  • Adanya pengetahuan khusus (keahlian, keterampilan)
  • Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi (dengan kode etik profesi)
  • Mengabdi pada kepentingan masyarakat (meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat)
Prinsip-prinsip etika profesi:
  • Tanggung jawab (dampak terhadap pekerjaan, hasil pekerjaan, dan kehidupan masyarakat)
  • Keadilan (memberikan individu apa yang menjadi haknya)
  • Otonomi (kaum profesional memiliki kebebasan dalam menjalankan profesinya)
Tujuan kode etik:
  • Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
  • Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota
  • Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi
  • Untuk meningkatkan mutu profesi
Aliran dalam Etika
  • Eudemonisme
Pandangan aliran ini menyatakan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau situasi yang secara umum baik. Penganut pandangan ini menyakini hal-hal sebagai berikut:
  1. Adanya suatu skala nilai, asas-asas moral atau aturan-aturan bertindak.
  2. Lebih menguntungkan hal-hal yang bersifat spiritual atau mental daripada hal-hal yang bersifat indrawi/kebendaan.
  3. Lebih mengutamakan kebebasan moral daripada ketentuan kejiwaan atau alami.
  4. Lebih mengutamakan hal yang umum daripada yang khusus.
  • Hedonisme
Kebaikan manusia menurut penganut pandangan ini terletak dalamkenikmatan dan kesenangan yang menjadi tujuan hidup manusia. Aliran ini menganjurkan manusia untuk mencapai kebahagiaan yang didasarkan pada kenikmatan dan kesenangan karena hal tersebut merupakan tujuan hidup manusia
  • Egoisme
Egoisme berlawanan dengan alturisme. Penganut kaum egoisme menyatakan bahwa kesenangan dan kebaikan diri sendiri menjadi target usaha seseorang dan bukan kebaikan orang lain. Alturisme menyatakan bahwa kesenangan dan kebahagiaan orang lain menjadi tujuan usaha manusia.
  • Utilitarianisme
Kesenangan atau kenikmatan, termasuk sesuatu yang berguna bagi manusia dilihat sebagai sesuatu yang baik dalam dirinya, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang buruk.
  • Deontologisme
Deontologisme merupakan etika kewajiban yang didasarkan pada intuisi manusia tentang prinsip-prinsip moral. Sikap dan intensi pelaku lebih diutamakan daripada apa yang dilakukan secara konsekuensi dari perbuatan itu.
  • Etika situasi
Kebenaran suatu tindakan ditemukan dalam situasi konkret individual atau bagaimana situasi itu mempengaruhi kesadaran individual.

Perbedaan Etika dan Agama
Etika sebagai cabang filsafat bertitik tolak pada akal pikiran. Etika mendasarkan diri hanya pada argumentasi rasional. Agama bertitik tolak dari wahyu Tuhan melalui Kitab Suci.

SESI II
Oleh : Pak Bonar :)
FILSAFAT MANUSIA :)

Definisi Filsafat Manusia
Filsafat manusia merupakan cabang dari ilmu filsafat yang mencari arti manusia dan membahas tentang esensi, asal usul, hakikat hidup, realitas eksistensi, serta apa dan siapa manusia itu. Filsafat manusia menanyakan pertanyaan tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban itu bagi diri sendiri.

Metode Filsafat Manusia
  • Refleksi (merenung) : bercakap-cakap/berdialog/berpikir dengan diri sendiri.
  • Analisa transedental : membayangkan di luar diri itu seperti apa. Contoh, "Apa yang akan kita lakukan setelah meninggal nanti?"
  • Analisa sintesis : dipadukan dengan pendapat para filsuf
  • Ekstensif (luas)
  • Intensif (mendalam)
  • Kritis (tidak percaya begitu saja
Objek Filsafat Manusia
  • Objek material : manusia
  • Objek formal : esensi manusia, struktur dasarnya.
Hal yang dibahas
  • Transendensi : di luar, melampaui hal fisik / kodrat yang melampaui dunia. Contohnya, Tuhan, kematian, dll.
  • Kebebasan
  • Manusia sebagai roh (non jasmani = berpikir, sadar, berperasaan, berkehendak, pemahaman, ilmu, dan hasrat).
-SELESAI-

bahan : slide perkuliahan dari Pak Carolus dan Pak Bonar :)